MALUKUnews, Ambon: Pembangunan Rumah Sakit bertaraf internasional Siloam di Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kota Ambon menelan anggaran sebesar Rp. 600 miliar.

“Kita menginvestasikan dana sebesar Rp. 600 miliar untuk pembangunan RS Siloam dalam dua tahap,” kata CEO Lippo Group dan Founder of Siloam Hospital Group, DR James T Riady kepada wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan RS Siloam, di Hative Kecil, Jumat (16/05).

Menurutnya, proses pembangunan RS Siloam telah dimulai dan ditargetkan akan rampung pada 2015 mendatang. “Kami berharap pembangunan RS selesai dan difungsikan pada 2015 mendatang,” tandasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan merekrut ribuan tenaga kesehatan di Kota Ambon dan provinsi Maluku pada umumnya untuk bekerja pada rumah sakit bertaraf internasional tersebut.

“Penyerapan tenaga kerja sekitar 2000. karena itu kami membutuhkan perawat yang baru,” ucapnya. Dirinya bahkan bersedia memberikan beasiswa kepada masyarakat Maluku untuk mengikuti jenjang pendidikan S1 Keperawatan di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta. “Anak-anak dari Ambon yang mau dilatih dan dapat program S1 di Jakarta, kami berikan beasiswa penuh untuk mereka masuk dunia keperawaratan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, RS Siloam akan dibangun 4 Lantai dengan konsep model Rumah Sakit Umum dan dilengkapi private wing (pavilion) dengan kapasitas 600 bed yang tentunya akan menyerap tenaga medis yang berasal dari daerah Maluku.

“Kami sangat mengharapkan kehadiran siloam di Ambon akan mentransformasi pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di kota ini dan kedepannya akan menjadi pintu gerbang di kawasan Indonesia timur,” katanya.

RS ini didukung oleh empat pilar utama yakni pusat trauma dengan dokter umum yang terlatih untuk melakukan perawatan trauma dan mampu menangani pasien stroke, serangan jantung, kecelakaan dan kondisi gawat darurat. Investasi pada perlengkapan medis termutakhir yangs esuai standar internasional terbaik. Tele medicine atau format komunikasi digital lain yang memungkinkan rumah sakit mengakses sumber daya spesialis klinis terbaik pada pusat komptensi dan juga jaringan internasional yang dimiliki.

Program kemitraan dokter dengan focus pada pemberdayaan tenaga spesialis untuk menangani pasien dengan baik. Sementara itu Walikota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan apresiasi kepada Lippo Group yang telah membantu Pemerintah Daerah Maluku dan Pemkot Ambon dalam melakukan pelayanan kesehatan.

“Setelah kurang lebih 3 tahun rakyat kota Ambon menunggu pelaksanaanya, dan kali ini sudah dilakukan peletakan batu pertama. Diharapkan dalam 15 bulan RS siloam sudah bisa berfungsi sebagai bagian dari tugas pelayanan kesehatan di kota ambon,” kata Walikota.

Disinggung status tanah, Walikota mengatakan, tanah dengan luas kurang lebih 25 hektar ini merupakan aset Pemkot. “Ini tanah pemerintah. Jadi Pemkot memberikan rekomendasi untuk dilakukan reklamasi. Lahan ini nanti dipelebar lagi karena selain rumah sakit akan dibangun juga bioskop dan hotel,” kata Walikota. Sebelumnya, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Siloam oleh CEO Lippo Group dan Founder of Siloam Hospital Group, DR James T Riady didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Turut menyaksikan acara pelatakan batu pertama pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut, Kapolda Maluku, Wakil Walikota Ambon, Rektor Unpatti, Direktur RSU Haulussy dan Muspida Provinsi Maluku, pimpinan SKPD lingkup Pemkot Ambon, Raja Hative Kecil, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. (FAN)