MALUKUnews, Ambon: Karim Bahta, atas nama Aliansi Pemuda Maluku, besama teman-temannya akan melakukan protes terhadap pemerintah pusat.

Protes yang akan diwujudkan dalam bentuk aksi demo yang akan dilakukan, Kamis pagi ini, guna menggugat pemerintah pusat yang dinilai tidak berlaku adil kepada masyarakat Maluku.

“ Sekitar seribu orang dari Aliansi Pemuda Maluku, hari ini, melakukan aksi unjuk rasa di kantor gubernur dan kantor DPRD Maluku. Aksi ini sebagai bentuk protes kami atas ketidakadilan pemerintah pusat terhadap Maluku,” ujar Karim yang juga Kordinator Aksi saat dihubungi Malukunews.co, via ponselnya, Kamis (15/08).

Ketidak adilan pemerintah pusat itu, menurut Karim, salah satunya adalah, pemerintah pusat tidak mengakomudir putra-putra terbaik Maluku untuk masuk di kabinet. Padahal kontribusi Maluku kepada NKRI juga sangat besar. Kualitas anak-anak Maluku saat ini juga tidak bisa diragukan. Bahkan pada Pilpres 2019 lalu, pasangan Jokowi-Maaruf Amin juga memperoleh suara di Maluku 62 persen lebih “ Lalu apa alasan pemerintah pusat dan hal ini pak Jokowi tidak bisa mengakomudir putra-putri Maluku untuk masuk kabinet,” ujar Karim mempertanyakan.

Karim atas nama Aliansi Pemuda Maluku juga mendesak, supaya pemerintah pusat harus memberikan jatah PI 10 persen Blok Masela kepada Maluku. Jatah PI 10 persen ini memang sudah rasional, karena Maluku sebagai pemilik lahan Blok Masela itu. “ Aksi seperti ini bukan saja kami lakukan disini saja, tapi kawan-kawan Aliansi Pemuda Maluku di Jakarta juga melakukan aksi yang sama,” ujar Karim saat dihubungi via handphone itu. (Qin)