MALUKUnews, Ambon: Tidak bisa dipungkiri, virus corona atau Covid-19 yang mewabah saat ini, membuat masyarakat dunia kerepotan. Akibat Covid-19 ini, membuat ekonomi dunia pun terjun bebas. Hal itu juga berpengaruh hingga ke kota dan pedesaan di Indonesia.

Di Kota Ambon, Maluku, sendiri, kini terus berupaya untuk bisa keluar dari hantaman Covid-19 itu. Pemerintah Kota Ambon, terus berupaya menyelamatkan masyarakatnya dari virus global itu. Yakni dengan ketat menerapkan pola 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Pengketaan ini kemudian dibaringi dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tahap delapan.

Dengan kerja keras Pemkot Ambon itu, hingga mampu meningkatkan tingkat penyembuhan pasien Covis-19 di wilayah hukumnya. Kinerja Satgas dan Pemkot diapresiasi, karena banyak melakukan penekanan melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Dengan berkurangnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan kasus sembuh yang terus meningkat di Kota Ambon. “ Ini luar biasa, dan perlu diapresiasi kinerja Pemkot dan Satgas,” ujar Saidna Azhar bin Tahir, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ambon, Sabtu (31/10).

Dikatakan sejak Maret 2020, kasus pasien terpapar Covid-19 semakin tidak dapat terbendung. Dan pada akhirnya sesuai target pemerintah, bahwa puncak terendah Covid harus di bulan November dan Oktober.

Jika dilihat dari grafik Satgas Covid-19, Ambon saat ini sudah keluar dari zona merah ke zona orange. Bahkan target Pemerintah Kota harus masuk pada zona hijau.

Salah satunya dengan dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid VIII, berbagai aturan diterapkan yakni perketat protokol kesehatan. Warga yang tidak mentaati tetap diberikan sangsi.

“Target Pemerintah selain faktor kesehatan, ekonomi juga penting ditengah masyarakat. Sehingga melalui PSBB yang dilakukan, semua ini dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota ini yang sudah sangat baik. Ini yang perlu kita dorong,” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegasakan, hasil yang dicapai saat ini perlu dipertahankan salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dari pusat Kota hingga ke desa-desa.

Bahkan penjagaan oleh Satgas juga harus diperketat. Sehingga apa yang ditargetkan bisa tercapai. Termasuk, klaster perkantoran harus diperhatikan Satgas. Antara lain, protokol kesehatan jaga jarak, cuci tangan, pakai masker dan hindari kerumunan.

“Poin-poin ini yang harus diperketat dan disampaikan melalui sosialisasi. Karena jika ada penerapan regulasi maka ada pula konsekwensi hukumnya. Orang yang melanggar protokol pasti ada sangsi, dan ini sudah dilakukan,” ujar Azhar.

DPRD Kota Ambon sendiri, sejauh ini, secara kelembagaan selalu membantu Pemerintah Kota Ambon dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa Covid itu ada. Bahkan hasilnya, banyak warga yang mulai sadar pentingnya protokol.

Waki rakyat Dapil Kecamatan Teluk Ambon itu optimis, langka yang dilakukan Pemerintah Kota dalam penanganan Covid-19 saat ini. Maka bisa dipastikan memasuki tahun 2021 Ambon sudah perlahan-lahan mulai masuk ke arah normal.

“Saya lihat saat ini banyak kesadaran masyarakat terkait protokol. Bedah dengan sebelumnya. Kita lihat di acara-acara masyarakat sudah taati protokol, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Saya optimis dengan kalau seperti ini maka menuju 2021 kita sudah normal,” ujarnya. (HS)