MALUKUnews, Ambon: Mapolresta Pulau Ambon dan Pulai-Pulau Lease, hari ini, Rabu (11/12) merilis 6 orang tersangka yang mengeksploitasian batu cinabar dan mercury yang ditangkap di pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan depan Mapolsek Leihitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng, beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, batu cinabar dan mercury ini telah dilarang diekspolitasi karena dinilai sangat membahayakan kesehatan. Bahkan polisi telah berkali-kali menghimbau supaya jangan diekspoitasi cinabar dan mercury yang ada di wilayah Huamual di SBB itu.

" Cinabar dan mercury ini merupakan penghasilan yang sangat menguntungkan, jadi ladang mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan cepat," ujar Kapolresta AKBP Leo SN Simatumpang saat memberikan keterangan di Mapolresta P. Ambon dan P.P Lease. Leo mengakui, ada 6 tersangka baru yang diringkus oleh anggota Polresta P.Ambon dan P.P Lease di dua TKP, yakni Pelabuhan Yosudarso Kota Ambon dan Leihitu.

"Penangkapan 6 tersangka yang berinisial GT dengan barang bukti 32 Kg Batu Cinabar, MR dan LM barang bukti 75 Kg Mercury, WJS barang bukti 34 Kg mercury di pelabuhan Yosudarso Kota Ambon dan 2 di antaranya berinisial RP dan AK dengan barang bukti 123 Kg yang di tangkap di Leihitu. Barang yang di sita akan di kirimkan keluar Pulau Ambon.

Leo menambahkan, AK dan RP masing-masing akan di jatuhi hukuman 10 tahun penjara. " Sepuluh tahun hukuma ini sesuai UUD nomor 4 pasal 158 tentang pertambangan mineral dan batu bara," tandasnya. (Nona)