MALUKUnews, Ambon: Para Pekerja Seks Komersial (PSK) Tanjung Batumerah, rela tempat kerja mereka ditutup Pemerintah Kota Ambon.

“ Kami mendukung kebijakan pak Walikota, tapi bagimana dengan hutang-hutang kami yang masih ada,” tanya Koordinator PSK saat menghadiri arahan Walikota di lokasi tanjung dalam acara sosialisasi penutupan lokalisasi terbesar di Maluku itu, Sabtu (19/10), malam.

Dalam pertemun bersama para PSK itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, lebih banyak mendengar keluhan penghuni lokalisasi Tanjung itu.

Para PSK ikhlas tempat kerja mereka ditutup, namun ada sisa masalah yang mesti dituntaskan mereka. Masalah ini bagi mereka sangat membebankan, apa itu ?.

Mayoritas PSK disini punya sisa hutang di pengelola Tanjung Batumerah, juga di koperasi-koperasi simpan pinjam. “ Bagaimana dengan tunggakan kredit kita di bank pak, kalau ditutup. Bagaimana juga dengan hutang-hutang kami yang lainnya,” demikian keluhan PSK yang disampikan kepada walikota.

Menjawab keluhan itu, Walikota, Louhenapessy menyampaikan, keluhan disampaikan itu akan kami dijadikan rujukan dalam pembahasan bersama tim yang sudah dibentuk.

“ Masalah hutang-piutang dan sebagainya seperti yang disampikan itu, nanti kami pertimbangkan dan mencari jalan keluarnya,” jawab walikota singkat. (Qin)