MALUKUnews, Ambon: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan, Hong Artha John Alfred, Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO) Group. Hong Artha John Alfred kontraktor dari Maluku yang bisa dipanggil Alfred ini di tahan KPK pada Senin (27/07), lalu.

Seperti diketahui, Alfred merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016.

"Untuk kepentingan penyidikan, setelah memeriksa saksi dengan jumlah 80 orang, KPK lalu melakukan penahanan terhadap tersangka Alfred," demikian yang disampaikan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Youtube KPK, Senin petang lalu.

Lili, mengatakan Alfred ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama, terhitung mulai Senin kemarin hingga 15 Agustus 2020 mendatang. "Sebelum dilakukan penahanan, seperti biasa, tersangka Alfred sudah menjalani protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran wabah Covid-19," ujar Lili.

Dalam kasus ini, Alfred diduga menyuap sejumlah pihak, antara lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar serta anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp 1 miliar.

"Pemberian-pemberian tersebut diduga terkait pekerjaan proyek infrastruktur pada Kementerian PUPR tahun anggaran 2016," kata Lili.

Alfred disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Alfred merupakan tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menetapkan 11 tersangka lain yang telah divonis bersalah dan mempunyai kekuatan hukum tetap. (Qin)