MALUKUnews, Ambon: Pemerintah Kota Ambon beberapa waktu lalu mengirimkan tiga staf dimasing-maisng bidang untuk mengikuti sosialisasi Reformasi Birokrasi di Makasar. Tiga staf tersebut di antaranya, Insepktorat Kota Ambon, Badan Kepegawaian Daerah, dan Bagian Organisasi dan tata Laksana.

Upaya mengikutsertakan tiga sataf pemkot Ambon itu berdasarkan arahan dan Peraturan Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi nomor 1 tahun 2012, tentang pedoman penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrsai. Dimana dari aturan tersebut merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri oleh lembaga dan daerah.

Kepala Inspektorat Kota Ambon, Jeky Talahatu kepada MALUKUnews.co, kemairn, mengatakan, reformasi birokrasi ini akan sangat memudahkan pemerintah daerah dalam menyediakan informasi tentang reformasi birokrasi itu sendiri, serta upaya-upaya perbaikan oleh Pemda. Keuntungan lainnya adalah menyediakan data informasi bagi Kemenpan dan pemda tentang reformasi birokrasi dalam rangka penyususan profil birokrsai nasional di daerah.

Dikatakannya, pihaknya berencana tanggal 12 Oktober 2013 mendatang, akan melakukan launcing terhadap kegiatan dimaksud yang berlangsung di Balai Kota Ambon. Mengingat Kota Ambon dari 90 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi pilot projet implementasi reformasi birokrasi dan untuk skala Provinsi Maluku, Kota Ambon dan Maluku Tenggah masuk dalam produk pilot ini. Menurutnya dalam reformasi birokrasi, akan ada sembilan komponen yang dinilai. Diantaranya aspek kepemimpinan, perencanaan strategi, sumber daya aparatur, komitmen sumber daya dan hasil kinerja utama. (Eda)