MALUKUnews, Ambon: Rrapat pleno lanjutan rekapitulasi suara pemilu legislatif di kantor KPU Maluku, Rabu (07), siang kembali ricuh. Kericuhan terjadi akibat adanya perbedaan data peolehan suara sesama caleg DPR RI dari partai golkar atasnama Edison Betaubun dan Hamza Sangadji pada KPU Kota Tual. Akibat kericuhan ini membuat pleno rekapitulasi diskorsing berkali-kali. Selain itu, kericuhan ini ikut menghambat KPU Maluku untuk menyampaikan hasil Pileg ke KPU Pusat.

Sejumlah saksi dari partai golkar mengamuk dan terlibat adu mulut dengan sesama saksi partai politik sehingga membuat suasana rapat pleno menjadi tidak nyaman.

Kericuhan terjadi sesaat sebelum pihak KPU kota Tual hendak membacakan hasil rekapitulasi dengan membuka ulang formulir DB1, namum langsung dicegat oleh saksi partai partai golkar yang bernama Umar Lessy. Menurutnya sudah tidak ada masalah dalam formulir tersebut, kerena sudah disepakati bersama keabsahannya dalam pelno sebelumnya.

Suasana bertambah gaduh, setelah Bawaslu Maluku memberikan rekomendasi untuk melakukan perhitungan ulang pada formulir DB1 di KPU Tual. Keributan ini baru reda setelah sejumlah aparat kepolisian dikerahkan masuk ke ruang pleno. Pleno KPU Maluku pun harus diskorsing hingga berkali-kali, dan membuat geram Ketua KPU Maluku, Musa Toekan. (Tiar)