MALUKUnews, Ambon: Koalisi Pemuda Maluku (KPM) yang terdiri dari beberapa koalisi Organisasi Kepemudaan (OKP) di Provinsi Maluku menuding Caretaker Gubernur Maluku, Saut Situmorang sebagai actor dibalik penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kepulauan yang hingga kini masih saja diperjuangkan oleh masyarakat Maluku, dan entah kapan dapat direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.

Kualisi OKP yang tergabung dalam KPM ini di antaranya : DPW FPMM Provinsi Maluku, Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Seram Bersatu (PB-AMSB) Maluku, Dewan Pimpinan daerah Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPD LAMI) Maluku, Aksi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Maluku, Front Pemuda Peduli Demokrasi (FPPD) Maluku, Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Oposisi Pemerintah Pusat (DPW GOPP) Maluku. Hal ini diungkapkan Koordinator Lapangan Rusdi Rumata, beberapa hari lalu di Ambon.

“Situmorang yang hadir di Maluku, tidak paham betul mengenai karakteristik orang Maluku, dirinya yakin kebijakan yang nantinya diambil tidak akan mencapai pada kesejahteraan masyarakat Maluku, sehingga Baginya Situmorang tidak layak untuk menjadi pemimpin di daerah ini dan justru kehadirannya hanya untuk menggunakan kesempatan yang ada, menuju momen Pemilu 2014 nanti,” ujar Rumata.

Ditambahkan, penunjukan Situmorang oleh Pempus adalah sebuah pelecehan besar terhadap SDM yang ada di Maluku, banyak putra daerah yang duduk di pemerintahan baik provinsi maupun Pusat yang kemampuan melebihi Situmorang.

“Kebijakan yang diambil oleh Pempus adalah sebuah bentuk pembunuhan karakter Putra-Putri terbaik Maluku demi kepentingan Presiden RI , dan dengan direkomendasikannya Situmorang sama artinya menciptakan peluang lahirnya kejahatan SBY dengan kepentingan dinasti politik di Maluku,” tegas Rumata. (Eda)