MALUKUnews, Ambon: Dalam perencanaan, strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan. Tapi di Kota Ambon, sebaliknya, strategi merusak tujuan.

Konkritnya, tujuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah untuk menghentikan laju pandemi Covid-19. Namun salah satu strateginya adalah membatasi pergerakan masyarakat melalui pelaksanaan ganjil-genap pada kendaraan pribadi atau yang berplat hitam.

“ Pada akhirnya, yang kendaraannya tidak boleh keluar akan memilih naik angkot, yang justeru semakin beresiko meningkatkan penyebaran Covid-19. Ini contoh perencanaan daerah yang ngawur di Kota Ambon ini,” demikian salah satu pernyataan dari akun facebook bernama Ricky Palyama yang dikutif Malukunews.co, Jumat (10/07).

Untuk diketahui, data yang diperoleh Malukunews.co, Gugus Tugas Covid-19 Maluku, hingga Kamis (09/07), kemarin, menyebutkan, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon yang sementara di rawat berjumlah 234 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 256 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 79 orang. (Qin)