MALUKUnews, Ambon: Tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Novi Temar pada kasus laka lantas 10 Mei 2013 lalu di Desa Halong yang menewaskan Polisi Sahbara Randy Talahatu (19) tidak sesuai prosedur hukum. Dimana dalam pembacaan tuntutan, JPU menuntut pelaku Jhon R Kainama yang merupakan sopir bantu angkot jurusan Hunuth dengan pasal 311 KHPU, tentang kecelakaan lalu lintas hanya dengan tuntutan 4 tahun. Padahal seharusnya pada pasal tersebut hukuman maksimal harus 12 tahun.

Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar, kenapa jika dituntut 4 tahun JPU tidak memakai pasal 310 KUHP undang-undang 22 tahun 2009, dan kenapa memakai pasal 311 untuk dintuntut.

Menurut keluarga korban yang juga sebagai praktisi hukum, Pistos Noija, Kamis (26/08), tidak dipungkiri dalam kasus ini JPU menuntut pelaku dengan 12 tahun, namun jika dibandingkan 4 tahun hal tersebut tidak berimbang. Menurutnya, keputusan pengadilan, ada banyak hal, yakni kepada pelaku efek jera namun merupakan daya dorong yang mendengar keputusan untuk tidak melakukan hal yang sama dengan pelaku.

Kalau hukuman ringan itu bagaimana dengan saidafactor terhadap orang lain. Sebab ugal-ugalan bukan hanya pelaku namun banyak orang, dari banyak orang ini bagaimana ia mendapatakan satu peringatans setelah membaca tuntutan 4 tahun.

Tambah Noija, jika tuntutan JPU 4 tahun, maka putusan Hakim tidak boleh lebih dari seperdua. “Saya mewakili keluarga korban, dan korban yang akan datang meminta kepada Hakim Kalau bisa memberikan hukuman yang wajar untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, maupun mereka yang suka ugal-ugalan di jalan raya. Sebab ketabrakan bukan hanya keaplaan, namun ugal-ugalan yang harus ditumpulkan, dan jika ditumpul dari sekarang maka putusan laka lantas harus mempunyai dampak terhadap lain.

“Ini bukan unsur pembalasan dendam, karena keluarga meyadari betul jika pelaku dihukum mati pun korban tidak akan bangkit,” tandasnya.

Mewakili keluarga korban, dirinya meminta pengadilan untuk memberikan hukuman yang betul memberikan insaf kepada pelaku dan kepada orang lain. karena tuntutan 4 tahun yang diberikan tidak maksimal dengan 12 tahun. Selain itu ibu korban Vina Talahatu, mengatakan tuntutan yang diberikan JPU kepada pelaku tidak adil, jika dibandingkan dengan nyawa anak saya yang menjadi korban dari kasus ini.

“Saya sangat kecewa dengan tuntutan yang diberikan JPU, seharusnya sesuai Pasal 311 hukuman diberikan 12, namun JPU menuntu tidak seperdua dari pasal tersebut. Seharusnya jika dituntut JPU harus mengunakan pasal 310 perbuatan tidak sengaja dngan maksimal hukuman 6 tahun,” ungkapnya.

Dirinya merasa, hukum yang ada saat ini tidak berjalan dengan baik lagi atau tidak adil. Dirinya mengharapkan kepada Hakim agar nantinya dapat memberikan keputusan sesuai dengan hukum.(Shella)