MALUKUnews, Ambon: Maraknya aksi penembakan terhadap anggota kepolsian oleh orang tidak dikenal memaksa jajaran Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mulai bersiaga dengan mengantisipasi adanya aksi teror tersebut. Bentuk antisipasi teror terhadap anggota polisi di Ambon salah satunya dengan cara menyebar anggota polisi berpakaian preman di sejumlah titik untuk memantau situasi di Kota Ambon.

"Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi kalau terjadi sesuatu dapat segera diungkap,"kata Kapolres Pulau Ambon, AKBP Bintang Juliana kepada wartawan di Kantor Polres Ambon, usai rapat koordinasi dengan seluruh Kapolsek di jajaran Polres Ambon, Kamis (19/093), siang.

Selain menyebar polisi berpakaian preman, untuk mengantisipasi adanya teror, anggota Polres Pulau Ambon juga diwajibkan tidak berjalan sendirian baik saat melaksanakan tugas maupun saat melakukan aktifitas lainnya. "Kita telah menerapkan Standar Operation Procedur (SOP) internal agar setiap anggota tidak bepergian sendirian baik saat tugas maupun aktivitas lainnya,"ujar Bintang.

Menurut Bintang, penomena teror dan penembakan terhadap anggota Polisi saat ini telah menjadi perhatian serius seluruh jajaran Polri termasuk juga di Ambon, sehingga dimintakan setiap anggota agar tetap waspada. "Tadi dalam rapat kita juga membahas isu-isu aktual termasuk penembakan anggota polisi yang marak terjadi akhir-akhir ini. Intinya kita mintakan kepada anggota agar tetap waspada,"jelasnya.

Bintang mengajak, anak buahnya agar dalam bertugas selalu saling memback up satu sama lain sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera diatasi."Kita telah intruksikan agar dalam menjalankan tugas tidak boleh sendiri harus dua orang atau lebih,"jelas Bintang.

Meski tetap waspada, namun bintang mengakui, jika situasi di Ambon hingga kini masih kondusif dan potensi teror terhadap polisi masih dapat diminimalisasi. (PT)