MALUKUnews.co, Ambon: Puluhan warga Sabuai di Pulau Seram, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Adat Welihata (AMAW), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Senin (08/03), siang.

Aksi ini dilakukan guna mendesak Kajati Maluku dan Kejari SBT segera membebaskan kedua warga Sabui yang saat ini tahan itu.

Untuk diketahui, kedua warga Sabui tersebut saat itu ditahan, karena telah melakukan tindak pidana, dengan merusak kaca alat berat milik CV. SBM, saat merusaha melindungi dan memperjuangkan hutan adatnya, karena telah diambil perusahan SBM itu.

Dalam aksi itu, para pendemo juga medesak, agar pelaku dugaan illegal loging di Sabuai, Pulau Seram, atas nama Direktur CV, SBB, Imanuel Quedarusman yang sudah menjadi tersangka itu, supaya diproses menggunakan pidana khusus bukan pidana umum.

Setelah melakukan aksi kurang lebih satu jam, para penemo itu kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Hasrat)