MALUKUnews, Ambon: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPN) Irjen (Purn) H. Ansya’ad Mbai mengungkapkan insiden penembakan terhadap sejumlah anggota Polri beberapa waktu lalu dilakukan oleh jaringan kelompok mujahidin.

“Para pelakunya merupakan kelompok mujahidin Indonesia barat yang selama ini berkolaborasi dengan kelompok Mujahidin di Indonesia timur,”kata Mbai kepada wartawan di Ambon, Rabu (26/9/2013).

Menurut Mbai dari lima kasus penembakan terhadap anggota Polri, tiga diantaranya dilakukan oleh kelompok teroris dan saat ini identitas mereka telah dikantongi oleh polisi.Tidak semua penembakan anggota Polri dilakukan kelompok teroris tapi ada tiga kasus penembakan dilakukan kelompok teroris dan saat ini identiasnya telah dikantongi,”ujarnya.

Menurut Mbai, kelompok teroris ini menembaki polisi karena mereka (teroris-red) menganggap anggota polisi sebagai musuhnya. Polisi kata Mbai dianggap oleh kelompok teroris sebagai penghalang tujuan mereka selama ini. “Mereka dendam terhadap polisi karena mereka mengganggap polisi itu musuh mereka. Polisi juga dianggap sebagai pihak yang selalu melawan aksi mereka,”ungkapnya.

Diungkapkan, pola aksi terorisme akhir-akhir ini mulai bergeser, sebelumnya aksi terorisme selalu difokuskan pada sasaran tertentu, namun saat ini sasarannya pada symbol-simbol negara. Menurut Mbai penembakan anggota polri menjadi salah satu bukti jika tujuan dan target teroris saat ini sangat tidak jelas. “Tujuan teroris ini sangat tidak jelas. Dan mereka sengaja menembaki polisi untuk membuat polisi tidak aktif menjalankan tugasnya,” beber Mbai.

Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memberikan ruang kepada teroris klarena aksi terorisme dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan oleh siapapun.”Warga harus bersatu untuk melawan teroris, jangan sampai member ruang sedikitpun kepada mereka,” pintanya.(RP)