MALUKUnews, Ambon: Kepala Terminal Mardika, Karel Laturiuw, mengungkapkan, terminal Mardika jangan distigmatisasi sebagai markas prostitusi. Petugas terminal belum pernah kedapatan sarang prostitusi di termnial Mardina seperti kata banyak orang. “Sampai saat ini kami belum pernah kedapatan secara langsung orang-orang yang melakukan praktek prostituis di wilayah keja saya ini,” ujar Laturiuw kepada Malukunews.co di Ambon (28/09). Laturiuw menduga, tindakan prostitusi mungkin juga ada tetapi diluar jam kerja kami sehingga sulit ditemukan fakta riilnya di lapangan. Guna mencegah tindakan prostitusi, ia mengaku segera berkoordinasi dengan kepolisian dan satuan polisi pamong praja supaya lebih memperkatat pengawasan.

“Posisi terminal kita di Ambon ini termasuk terminal terbuka, sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan instansi terkait. Saya tidak akan diam dan duduk di belakang meja saja bila melihat persoalan dan tindakan aneh yang terjadi di dalam terminal. Ini menjadi tanggungjawab saya sebagai kepala terminal,” katanya. (Eda)