MALUKUnews, Ambon: Lembaga Penggiat Kebijakan Public Molucas Demokratization Voice (MDV) bekerjasama dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA Alaska) Ambon menggelar seminar kebangsaan. Kegiatan dengan tema “ Meneguhkan Kembali Dasar Negara Pancasila “ ini dibuka langsung oleh pembantu Ketua III STIA Alaska Ambon, Drs. Sukur Sowasiwu, M. Si. Acara berlangsung di Aula gedung perkuliahan kampus STIA Alaska Jln H. Tirmidzi Air Besar (Arbes) Ambon, Sabtu (23/11), kemarin.

Hadir sebagai peserta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-kota Ambon, OKP, LSM dan sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Ambon. Kegiatan ini disuport dan dukung oleh Media Berita Online Malukunews.co. Hadir sebagai Narasumber, Akademisi Amir. F. Kotaromalos, Koordinator MDV, Rizal F. Sangadji dan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon, M. Andre Luturmas.

Dalam ulasan materinya, Kotaromalos menegaskan pentingnya meneguhkan kembali nilai dasar pancasila. Menurutnya, penggunaan istilah Empat Pilar Kebangsaan perlu memperoleh perhatian serius, mengingat yang dipersoalkan adalah Pancasila bukan pilar, tetapi dasar, pondasi atau lansadan sebuah negara, bahkan merupakan dasar filosofis yang tinggi. Dimana pancasila harus direposisikan sebagai dasar negara.

“ Pancasila tidak bisa diartikan sebagai pilar, sebab Negara sebagai bentuk struktur harus memiliki dasar, bukan pilar yang lebih diartikan sebagai tiang penyangga, “ Ujar Staf pengajar fakultas ilmu sosial dan poitik Fisip Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini.

Sementara itu Coordinator MDV Rizal F. Sangadji dalam ulasannya menjelaskan, sejak disahkan secara konstitusional pada 18 Agustus 1945 pancasila merupakan dasar negara, pandangan hidup, ideologi nasional. Merupakan pemersatu dalam perikehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia yang menjadi penuntun bangsa dalam mencapai cita-cita kemerdekaannya. Namun ditengah perkembangannya kedudukan pancasila mulai mengalami pergeseran makna, dimana pancasila diposisikan sebagai salah satu pilar yang sejajar dengan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“ Pancasila sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari Indonesia. Dikhwatirkan, ketika Pancasila menjadi pilar berpotensi meminggirkan makna Pancasila dan kerawanan atas hadirnya system nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa.” Ungkap Sangadji.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GMNI Cabang Ambon M. Andreas Luturmas, dalam pemaparannya, Luturmas menjelaskan pentingnya nilai Pancasila sebagai dasar negara memiliki makna yang sakti. Menurutnya, pancasila sebagai idelogi negara merupakan acuan dari segala produk peraturan dan bahkan menyangkut berbagai kepentingan bangsa ini. (HK)