MALUKUnews, Ambon: Rektor Universitas Darusalam Ambon, Dr. Ibrahim Ohorella, MP, mengatakan, aksi unjukrasa mahasiswa di kampus B Wara, Selasa (29/10), kemarin, dinilai janggal. Pasalnya, unjukrasa mahasiswa yang awalnya hanya menyuarakan persoalan akreditasi, justru merebak ke persoalan internal lembaga. Ada indikasi lain dibalik aksi mahasiswa itu. Demikian disampaikan Rektor saat dihubungi Malukunews.co via handphone, Rabu, (30/10) pagi.

" Saya tidak mengerti maksud dari aksi mereka (mahasiswa- red). Kenapa persoalannya akreditasi, tapi yang disuarakan justru persoalan lain hingga berujung bentrok dan pengrusakan fasilitas kampus." Ujar Rektor penuh heran.

Kata Rektor, terkait permasalahan akreditasi yang disuarakan oleh mahasiswa itu, pihak rektorat telah melakukan upaya penjajakan, termasuk upaya koordinasi dengan para mahasiswa untuk mengetahui duduk persoalannya. " Saya sudah undang pihak mahasiswa untuk menghadiri rapat bersama di rektorat guna membicarakan persoalan akreditasi ini, namun sebagian yang di undang itu tidak hadir. Nah mereka yang tidak hadir itu justru memilih melakukan aksi, " ungkap Rektor.

Rektor menambahkan, tuntutan mahasiswa terkait persoalan akreditasi, pihak rektorat tetap akan membuka diri dengan mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (HK)