MALUKUnews, Ambon: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, bergerak cepat melakukan klarifikasi atas himbauan hoax di sejumlah Medsos yang mengatasnamakan dirinya. Himbauan hoax yang mengatasnamakan dirinya itu terkait adanya gempa susulan yang akan terjadi.

Pesan hoax itu kemudian disampaikan secara berantai ke grup-grup WhatsApp, Facebook maupun di Medsos lainnya.

Walikota Louhenapessy, perlu melakukan klarifikasi, karena pesan hoax itu dinilai telah meresahkan warga kota.

Inilah isi pesan klarifikasi Walikota Ambon yang disampaikan melalui WAG MALUKUNEWS, Senin (07/10), siang, dan kemudian ditampilkan Malukunews.co, secara utuh.

Selamat pagi Kepada seluruh pejabat Pemerintah Kota Ambon baik Es 2,3,4, para pegawai dan seluruh Lurah, Raja, Kades dan mohon di teruskan kpd para RT/RW, para pimpinan Puskesmas, para KepSek, bhw sementara beredar luas dlm bentuk BERITA BOHONG/HOAX bhw akan terjadi gempa pada Siang ini, saya tegaskan bhw TIDAK PERNAH SAYA MENGELUARKAN TESTIMONI DAN HIMBAUAN YG SEMENTARA BEREDAR KPD MASYARAJAT ttg hal itu, dan jnj adalah upaya utk menciptakan keresahan dj Tengah masyarakat oleh oknum yg tidak bertanggung jawab. Utk diketahui, sampai Hari jnj tidak ada satu teknologipun yg dapat mendeteksj kapan terjadinya bencana. Oleh Karena itu saya mengajak kita semua utk tingkatkan DOA kpd ALLAH SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa, kiranya kita di jauh kan dr musibah, dan saya perintahksn KABAG HUKUM utk koordinasi dgn Tim Hukum Pemerintah Kota utk melaporkan oknum2 jni kpd aparat Kepolisian negara. Terima kasih.

Inilah isi himbauan Hoax yang mengatasnamakan Walikota Ambon yang telah beredar disejumlah Medsos itu. Malukunews.co juga menampilkannya secara utuh:

Bpk/Ibu salamat pagi...Mohon maaf. Saya hanya meneruskan pesan. Ada info, bahwa himbauan langsung dari Walikota, pagi ini ada “ Kemungkinan ” mungkin sekitar pukul 13.00 WIT, akan ada gempa susulan. Belum tau kekuatan gempanya berapa, tetapi diharapkan warga Kota Ambon Waspada. Dan jika yang diperkirakan benar, mohon segera dilakukan evakuasi mandiri di daerah-daerah yang aman. Karena status gawat darurat masih diperpenjang sampai satu minggu kedepan. Terima kasih.

(Tim)