MALUKUnews, Ambon: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kota Ambon masuk dalam peringkat tujuh nasional daerah rawan bencana.

“Sesuai dengan data dari BNPB Pusat, Kota Ambon masuk dalam peringkat 10 besar yakni peringkat 7 daerah yang rawan bencana,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon Eva Tuhumuri kepada wartawan di balai Kota Ambon, Jumat (16/05).

Menurutnya, penetapan daerah rawan bencana ini dinilai akibat dari pengalihan fungsi daerah penyerapan air menjadi kawasan hunian masyarakat.

“Lokasi penyerapan air di Kota Ambon sudah dialihfungsikan menjadi kawasan hunian masyarakat Kota Ambon. Ini menjadi menyebabkan kota ambon masuk dalam peringkat ketujuh daerah rawan bencana,” ucapnya. Dia mengatakan, luasan wilayah kota Ambon yang kecil dengan pertumbuhan penduduk tidak sebanding mengakibatkan pemanfaatan ruang semakin mendesak.

“Dari pengamatan inilah, Kota Ambon dianggap sangat rentang terhadap bencana banjir maupun tanah longsor,” katanya.

Dia mengakui, Kota Ambon yang ditetapkan sebagai daerah rawan bencana oleh BNPB Pusat itu, telah melewati pengamatan dan penelitian oleh petugas BNPB. “Dari putusan tersebut, BPBD Kota Ambon perlu menyiapkan diri jauh sebelum terjadinya bencana di Kota Ambon,” ucapnya.

Persiapan penanggulangan bencana yang dilakukan BPBD Kota Ambon antara lain menyiapkan alat-alat penunjang dan bangunan penunjang.

“Sesuai dengan bantuan dari kedutaan besar Jepang melalui Urdi, dalam bentuk bangunan Pusat Informasi Bencana serta bantuan alat-alat penunjang, baik sarana komunikasi radio maupun komputer, untuk bagaimana bisa menjadi satu alat bantu saat akan terjadinya bencana,” terangnya.

Pusat Informasi Bencana juga bagian dari langkah pengurangan resiko bencana, dan juga dapat menyampaikan informasi tentang kebencanaan dan juga sebagai pusat data dan informasi bencana di Kota Ambon.(FAN)