MALUKUnews, Ambon: Kepala Pusat Data BNPB, Agus Wibowo, jumlah pengungsi gempa di Maluku yang terus mengalami peningkatan disebabkan oleh beberapa faktor, khususnya gempa susulan yang masih dirasakan oleh warga.

Hingga Sabtu (05/10), kemarin, hingga pukul 21.00 WIT, diketahui BMKG mencatat gempa susulan mencapai 1.077 kali. "Dan gempa yang dirasakan mencapai 116 kali. Tiga hari terakhir gempa susulan memiliki magnitudo yang cukup signifikan antara M 3,5 hingga 4,4," ujar Agus seperti dilansir republika.co.id, Sabtu, kemarin.

Agus menegaskan, masih maraknya berita bohong (hoax) juga memperparah keadaan. Bahkan beredar berita tidak benar, bahwa pada tanggal 9 Oktober nanti akan terjadi gempa besar. Selain itu, faktor meningkatnya pengungsi juga dikarenakan kabar simpang siur mengenai bantuan.

Agus mengklaim bahwa pemenuhan logistik bagi pengungsi masih cukup untuk satu bulan ke depan. Meskipun ada beberapa yang sudah menipis, seperti tenda atau terpal. "Di sisi lain, personel dengan latar belakang kesehatan juga masih dibutuhkan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker, dan tenaga psikososial," jelasnya.

Bantuan logistik tahap kedua BNPB telah tiba di Ambon hari ini. Bantuan logistik yang telah diberikan berupa selimut 5.500 lembar, tenda gulung 5.000, matras 3.919, sandang 500 paket, family kit 200 paket, tenda keluarga kapasitas besar 15 unit, rumah sakit lapangan 1 unit, dan light tower portable 1 unit. (Red)