MALUKUnews, Ambon: Kasus HIV-AIDS kian mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhitung sampai dengan April 2013, atau dalam jangka waktu 5 bulan terakhir ini telah terjadi kembali peningkatan sebesar 5,45 persen dari jumlah kasus HIV/AIDS.

Kondisi dua tahun terakhir di Provinsi Maluku menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Pada Desember 2012 saja jumlah kasus HIV dan AIDS di Provinsi Maluku mencapai 2.127 kasus, yang terdiri dari HIV 1032 kasus dan AIDS 1.095 kasus. Bila dibandingkan dengan data per Desember 2011 mencapai 1.778 kasus yang terdiri dari HIV 901 kasus dan AIDS 877 kasus, maka telah terjadi peningkatan sebesar 22,16 %. Sementara kondisi terakhir per april 2013 telah terjadi lagi peningkatan mencapai 2.243 kasus yang terdiri dari HIV 1072 kasus dan AIDS 1171 kasus. Asisten II Setda Maluku, Ali Sella, dalam sambutannya saat membuka acara Pembukaan Rakor Penguatan Kelembagaan HIV dan AIDS Provinsi Maluku Kamis, 3 Oktober 2013, kemarin, mengungkapkan, dengan semakin meningkatnya kasus penularan dan penyebaran HIV dan AIDS di Maluku, diperlukan upaya penanggulangan yang lebih efektif, sistematis, terpadu dan berkelanjutan.

Salah satu upaya yang sedang dilaksanakan adalah kerjasama Direktorat Jenderal PMD Kementerian Dalam Negeri dengan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS. Penguatan Komisi Penanggulangan AIDS ini sangat penting, mengingat kasus HIV dan AIDS telah menyebar ke semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku.

Melalui Rakor ini diharapkan dapat melahirkan pemikiran konstruktif yang cemerlang dalam rangka merumuskan berbagai kebijakan, Program dan Kegiatan yang dapat di gunakan untuk penanggulangan HIV dan AIDS di Provinsi Maluku.

. Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Sjamsudin Azis, menuturkan, secara komulatif memang dari tahun 1994 sampai dengan April 2013 mencapai 2.343 kasus. Namun bila dlihat pertahunnya, ada penurunan kasus. Yang mana dari tahun 2011 - 2013 ada penurunan kasus sekuitar 100 lebih atau 23 persen. Artinya ada perubahan perilaku masyarakat Maluku. (Eda)