MALUKUnews, Ambon: Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat, sebanyak 40 kasus HIV di Ambon selama lima bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Mei 2019 lalu.

Meskipun terdapat 40 kasus, para penderita HIV ini belum masuk dalam kategori AIDS. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, Selasa (25/06), lalu.

Kata Wendy, penderita HIV tersebut berasal dari semua kalangan, baik kalangan trans gender, laki-laki, ibu hamil maupum dari para Pekerja Seks Komersial (PSK).

"Penderita yang berasal dari ibu hamil sendiri sebanyak 20 persen. Kita bersyukur semuanya masih HIV dan belum masuk kategori AIDS," kata Wendy Pelupessy.

Terhitung sejak 1994 hingga 2018 tercatat sebanyak 2.279 terjangkit HIV. Penderita HIV yang dinyatakan positif setelah melalui proses pemeriksaan darah dari Dinas Kesehatan.

Menyangkut hal tersebut, dinas kesehatan Kota Ambon intens melakukan pemeriksaan darah dan pemberian obat ARV. Selain di Puskesmas, pemeriksaan juga dilakukan pada tempat-tempat yang beresiko penyebaran virus HIV.

"Seperti di karaoke, belakang Amplaz, Pattimura Park dan lainnya yang dianggap tempat-tempat transaksi dan beresiko, kami turun langsung untuk melakukan pemeriksaan," tuturnya.

Menurutnya, pencegahan penyebaran virus HIV hanya dapat dilakukan dengan mengkomsumsi ARV secara teratur. Untuk itu, masyarakat yang terinfeksi HIV agar melakukan pendeteksian dini.

Sebab, tanda dan gejala itu tidak nampak. "Yang terpenting adalah, seseorang tahu berisiko dan segera lakukan pemeriksaan," tandasnya. (Tiar)