MALUKUnews, Ambon: Pemerintah Kota Ambon dengan cepat meresponi dua warga Kota Ambon yang meninggal akibat gempa magnitude 5,1 yang terjadi, Selasa, malam lalu.

Bentuk respon Pemkot Ambon ini, dengan segara mengeluarkan akte kematian kedua korban itu, sekaligus disertai pemberian uang duka sebesar Rp. 2.000.000 kepada ahli warisnya.

Kedua warga korban yang meninggal itu adalah Ibrahim Bugis, beralamat di Kampung Jawa, Tantui, Kecamatan Sirimau, sedangkan yang korban satu lagi beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala. Keduanya meninggal akibat serangan jantung, karena shok atas guncangan gempa itu.

Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A.G. Latuheru, yang dihubungi Malukunews.co via hand phonenya, Rabu, kemarin, mengatakan, dua orang yang meninggal itu bukan terkena reruntuhan, tapi mereka shok atas peristiwa alam itu. “Kami mendengar laporan dari dinas kesehatan, bahwa kedua korban itu meninggal akibat serangan jantung,” ujarnya.

Kata Sekot Latuheru, Rabu kemarin, dirinya telah memerintahkan stafnya untuk mengeluarkan akte kematian kepada kedua korban itu. Dan selanjutya Pemkot memberi bantuan duka masing-masing sebesar Rp. 2.000.000.

“ Memang pak Walikota, Pak Ricard Louhenapessy punya program untuk memberikan uang duka kepada warga yang punya KTP Ambon. Program ini sudah berjalan lama. Warga kota yang meninggal akan diberi santunan uang duka yang akan diberikan kepada ahli warisnya,” tegas Latuheru. (Qin)