MALUKUnews, Ambon: Hingga hari Sabtu (04/04), kemarin, lebih dari 4000 orang dari luar sudah datang ke Ambon dan Maluku sejak merebaknya virus corona atau Covid-19. Penegasan ini disampikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh, saat dihubungi Malukunews.co via ponselnya, Minggu (05/04), pagi.

Kata Pontoh, dengan setiap harinya orang berdatangan ke Maluku melalui pesawat maupun kapal laut, tentu daerah ini berpotensi rawan tertular Covid-19. Untuk itu, Pontoh berharap kepada semua lapisan masyarakat, supaya mentaati himbauan pemerintah untuk tetap berdiam di rumah. Hal ini guna mencegah Covid-19 di Maluku. “ Mari bersama saling membantu untuk mencegah mewabahnya virus coroan di Ambon dan Maluku ini,” ujar Pontoh.

Lanjut Pontoh, masyarakat jangan menganggap virus corona ini enteng. Ini virus berbahaya. Sudah banyak terjadi kematian akibat virus corona ini. “ Di daerah-daerah lain di Indonesia maupun di negara-negara di dunia, korban-korban terus berjatuhan akibat mewabahnya virus corona ini,” cetus Pontoh.

Pontoh pun mengaku kesal, karena saat ini di Ambon, banyak orang yang masih duduk-duduk maupun nongkrong di cafe-cafe, seakan mereka tidak takut. “ Bayangkan saja, kalau ada satu atau dua orang yang tertular saja, maka tentu yang lainnya juga ikut tertular secara cepat. Ambon ini kota kecil saja. Jadi jika ada yang tertular dan terlambat ditangani, maka semua orang di kota Ambon ini bisa terinfeksi virus corona,” tegas Pontoh mengingatkan.

Untuk diketahui, saat ini dibelahan dunia lain, seperti di Italia, Spanyol, China maupun Amerika Serikat, korban terus berjatuhan akibat mewabahnya virus corona ini. Mereka saat ini cukup ketakutan, karena virus tersebut belum juga berhasil dijinakan. “ Sementara kita di Ambon sini masih belum sadar. Terlihat masih banyak yang berkeliaran di luar sana, padahal saat ini di Ambon ada orang yang sudah terinfekasi virus corona,” ujar Pontoh. (Pap)