MALUKUnews, Ambon: Badan Eksekutuf Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darrusalam (Fisip Unidar) Ambon menggelar dialog publik, bertempat di lantai empat gedung kampus Unidar, Senin (02/03), siang.

Diskusi dengan dibawa sorotan tema “Peran Mahasiswa Dalam Era Revolusi 4.0”. Diskusi ini dengan menghadirkan pembicara Ali Roho Talaohu yang juga Koordinator Regional Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Maluku-Maluku Utara (Koreg VI PKH).

Dalam paparan materinya, Talaohu, dia menghimbau kepada peserta diskusi publik, bahwa peran mahasiswa dalam era industri 4.0 ini harus di implementasikan sesuai tupoksinya di lingkungan sosial masyarakat, karena mahasiswa sebagai sentral dan tolak ukur agen perubahan.

“Saya berharap BEM ini harus mengadakan acara maupun dialog seperti ini, jangan hanya nama BEM saja, padahal tidak memberikan dobrakan bagi lingkungan terutama kampus dan masyarakat, apalagi membahas isu sosial di era Industri 4.0 ini.” ujar Talaohu dalam penyampaian materinya itu.

Talaohu lebih fokus mengupas tentang materi sosial masyarakat. Peserta yang mengikuti diskusi publik ini berjumlah 120 orang dari berbagai universitas di kota Ambon, seperti dari Unpatti, IAIN Ambon, UKIM dan Stikes Maluku Husada.

Ketua Panitia, Irfan Kwaikamtelat, saat ditemui Malukunews.co, Senin (02/03), siang, mengatakan diskusi ini diadakan guna mendorong mahasiswa agar menjalani peran dan tugasnya sebagai agen perubahan di era indusri 4.0 ini. “ Karena saat ini mahasiswa sangat apatis terhadap persoalan sosial, untuk itu kita adakan diskusi seperti ini,” ujar Irfan.

Terlepas dari diskusi ini, kata Irfan, semoga kedepannya mahasiswa harus banyak membuat literasi, taman-taman kajian dan diskusi, sehingga ilmu yang di dapatkan di kampus itu lebih subur di kalangan kepemudaan terlebih di Maluku. (Ait)