MALUKUnews: TikTok, siapa yang tak asing dengan aplikasi satu ini? Ya, aplikasi video yang diluncurkan pada tahun 2016 ini memang sudah menjadi ‘wabah’ bagi banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Demam TikTok bahkan semakin menggila semenjak pandemi virus corona. Beberapa anak bahkan mengaku bahwa dirinya kecanduan aplikasi tersebut.

Mengapa Anak Jadi Ketagihan Bermain TikTok?

TikTok menyediakan berbagai fitur yang menarik, yang terbilang sangat mudah untuk digunakan. Tinggal pilih dan klik, pengguna sudah bisa menikmati fitur yang mungkin belum pernah ditemukan sebelumnya.

Terkait hal itu, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa di usia anak yang masih kecil, apapun yang menarik perhatian pasti bisa membuatnya jadi ketagihan, tak terkecuali fitur-fitur yang ada di TikTok.

“Karena sedang tren dan mungkin teman-temannya juga sudah bermain TikTok, si anak jadi ketagihan juga,” kata Ikhsan. “Setahu saya, TikTok itu juga kontennya bermacam-macam. Ada yang menari, bernyanyi, bermain peran, atau make up. Nah, ini juga bisa menarik perhatian anak, karena asyik untuk ditonton dan dibuat,” sambungnya.

Perlu diketahui, TikTok sebenarnya memiliki batasan umur untuk penggunanya. Platform media sosial ini ditujukan untuk anak berusia 13 tahun atau lebih.

TikTok juga mengumpulkan informasi-informasi pribadi, seperti email, usia, username, password, dan sebagainya.

Apakah TikTok Bisa Membuat Anak Lebih Kreatif?

Melansir NBC News, seorang Editor Senior Pendidikan Orang Tua di Common Sense Media, Christine Elgersma mengatakan bermain TikTok memang sangat menyenangkan sekaligus bisa meningkatkan kreativitas seorang anak.

Salah seorang orang tua bernama Vivian Manning dari Schaffel, New York bersaksi bahwa dirinya memiliki seorang putri berusia 13 tahun yang sangat terobsesi dengan TikTok.

Vivian mengatakan anaknya itu sangat gemar membuat konten-konten lucu di TikTok dan dia sangat bangga karena putrinya bisa mengekspresikan dirinya dengan positif.

Senada dengan itu, Sareh Baca dari Atlanta juga mengatakan TikTok telah menjadi bagian besar dari kehidupan putrinya. Menurut dia, sang anak sangat kreatif saat membuat video bersama dengan boneka American Girl miliknya. Bahkan, dari hasil video tersebut, putrinya banyak menuai pujian dan komentar yang sangat positif.

Benar saja, ternyata Ikhsan juga memiliki pandangan serupa. Menurut Ikhsan, TikTok memang bisa membantu anak menjadi lebih kreatif.

“Bikin kreatif bisa jadi, karena TikTok sendiri sebenarnya bagus kalau digunakan dengan bijak. Karena anak-anak menjadi aktif bergerak, sehingga bisa membantu mendukung perkembangan motorik mereka,” ujar Ikhsan.

“Soal kreatif, hal ini bisa saja karena anak terinspirasi dari video TikTok yang dibuat orang lain. Ada yang berbeda atau menarik, anak bisa aja merasa terpacu dan ingin mencoba sesuatu yang baru atau yang berbeda dari video yang dilihatnya,” lanjutnya.

Apakah Penggunaan TikTok Bisa Berbahaya?

Pada dasarnya, TikTok merupakan aplikasi yang positif apabila digunakan dengan bijak. Hal ini karena platform media sosial tersebut bisa meningkatkan kreativitas anak.

Namun, sama seperti media sosial lainnya, TikTok juga bisa menjerumuskan anak ke konten-konten yang sebenarnya dikhususkan untuk usia 18 tahun ke atas.

Tak hanya itu, menurut Ikhsan, platform media sosial seperti TikTok, Twitter, Instagram, dan lain-lainnya juga bisa jadi tempat di mana anak mendapatkan cyberbullying.

“Bisa jadi bahaya, karena anak rentan mengalami cyberbullying. Soalnya, video yang telah diunggah akan dilihat oleh banyak orang. Pasti ada saja orang yang memberikan komentar tidak menyenangkan atau hanya sekadar hate speech,” tutur Ikhsan. Cara Supaya Anak Aman Bermain TikTok

Agar anak bisa sepenuhnya mendapatkan manfaat, berikut ini beberapa tips bermain TikTok yang dapat Anda jadikan panduan:

Batasi Waktu Bermain

Kecanduan bermain TikTok sama saja dengan kecanduan media sosial atau gadget. Hal ini tentunya akan berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik anak.

Selain itu, terlalu sering bermain TikTok juga bisa meningkatkan risiko anak untuk malas belajar dan sulit tidur pada malam hari.

Maka dari itu, orang tua sebaiknya membatasi waktu anak bermain TikTok agar tidak berlebihan.

Anda hanya ingin membantu si Kecil mengasah kreativitas tanpa perlu merasakan bahaya TikTok bagi kesehatan, bukan? Pastikan Anak Berpenampilan Baik

Saat anak membuat sebuah video di TikTok, pastikan ia menggunakan pakaian yang tertutup dan tidak memperlihatkan area-area pribadinya.

“TikTok bisa diakses oleh siapa saja, termasuk para predator yang mengincar korban selanjutnya. Jadi, lebih baik awasi gerak-gerik anak saat bermain TikTok untuk menjaga keamanan dan kenyamanan sang buah hati,” tegas Ikhsan.

Dampingi Anak saat Bermain TikTok

Sangat penting bagi orang tua untuk mengawasi dan terus mendampingi anak saat bermain atau melihat konten TikTok.

“Saat di rumah maupun di luar, pastikan Anda terus mendampingi anak bermain TikTok agar ia tidak terjerumus ke dalam konten yang salah,” ujar Ikhsan.

“Jika Anda mengetahui ada konten yang tidak pantas dilihat oleh anak, langsung skip atau block akun tersebut. Ini dilakukan agar si Kecil benar-benar terhindar dari konten negatif yang mungkin saja menjerumuskannya,” pungkasnya.

TikTok memang bisa menjadi media untuk membantu mengasah kreativitas anak. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, anak bisa saja kecanduan TikTok dan mengalami hal-hal yang merugikan. (NB/AYU)

Sumber: klikdokter.com