MALUKUnews, Ambon: Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Sirhan Pelu saat menerima peserta aksi dari Aliansi Mahasiswa, mengatakan pihak dinas pendidikan dan kebudayaan telah merespon tentang kondisi di SMA Negeri 9 di SBT itu.

“ Dua minggu kemarin saya ke sekolah itu melihat kondisinya dari dekat. Saya juga sudah bertemu dengan kepala sekolahnya, dan saya sudah menyampaikan kepada beliau untuk segera buat proposal untuk melakukan revitalisasi sekolah agar sekolah tersebut segera direhabilitasi,” ujar Pelu.

Lanjut Pelu, pengajuan proposal ke pemerintah itu kami juga dorong, sehingga dana pembangunan sekolah bisa terwujud. “ Sehingga sistem belajar mengajar menjadi lebih baik dan berkualitas," ujar Pelu dalam saat tatap muka persama perwakilan aksi itu.

Salah satu utusan peserta aksi dalam pertemuan itu mengatakan, kondisi rusak bangunan sekolah SMA Negeri 9 SBT itu sudah terjadi sejak lima tahun lalu, namun pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku tidak pernah merespon, bahkan tidak ada rasa kepedulian untuk mengurusi dan memperhatikan sekolah itu,” ujar salah satu utusan peserta aksi itu. "Yang salahnya itu kepala sekolahnya. Kenapa mereka tidak membuat proposalnya kemudian nantinya kita dorong untuk mendapat anggarannya, sehingga bangunan sekolah dapat dibangun. Apabila kepala sekolahnya tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya, maka kami akan pecat dan menggantinya saja," ujar Pelu menjawab utusan salah satu peserta aksi itu. (Ait)