MALUKUnews, Ambon: Pihak petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengklarifikasi pernyataan salah satu fungsionaris Garda Muda Maluku (GAMMA), Asrul Sanip Kaisuku.

Seperti diketahui, pernyataan Asrul Sanif Kaisuku itu telah dimuat di Malukunews.co, Selasa (09/06), dengan judul “Biaya Suket Berbadan Sehat di SBB Mencekik, GAMMA Desak Bupati Segera Turun Tangan”.

Dalam isi pemberitaan itu, Asrul menyatakan, Pustu Lisabata telah mengambil pungutan biaya Surat Keterangan (Suket) berbadan sehat sebesar Rp. 25/orang. Asrul kemudian minta supaya Bupati SBB segera menertibkan unit kesehatan di Lisabata itu. Pasalnya, disinyalir telah melakukan pungutan Suket berbadan sehat yang dinilai memberatkan masyarakat.

Saudara Asrul Sanip Kaisuku itu tidak tau kondisi yang terjadi sebenarnya disini,” ujar Pimpinan Pustu Lisabata yang minta namanya tidak dipublikasi, seperti dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Rabu (10/06), pagi.

Pimpinan Pustu Lisabata itu, menjelaskan, biaya tarif normal untuk adminsitrasi Suket berbadan sehat itu memang Rp.15 ribu/orang, namun kemudian ditambah Rp. 10 ribu lagi, sehingga menjadi totalnya Rp.25 ribu, dan menurut saudara Kaisuku itu membebani masyarakat.

Karena pernyataan Kaisuku itu, maka pihak Pustu Lisabata tidak mau lagi melayani Suket berbadan sehat. Sekarang saya tidak mau membuat surat apapun untuk masyarat lagi. Saya sudah anjurkan masyarakat, kalau urus Suket berbadan sehat langsung saja ke puskesmas induk, puskesmas perawatan yang berada Taniwel.

“ Untuk anda ketahui, jarak tempuh pulang-pergi saja dari Lisabata ke Puskesmas perawatan di Taniwel dengan kendaraan ojek biayanya Rp. 40 ribu, belum lagi ditambah biaya Suket Rp. 20 ribu lagi disana. Mestinya bersyukur atas bantuan kami kepada masyarakat disini dengan biaya yang masih wajar itu,” uajar pimpinan Pustu Lisabata itu.

Pimpinan Pustu Lisabata ini juga mengatakan, mereka tidak punya dana operasional maupun dana pemeliharaan Pustu. Jadi selama ini kami masih menggunakan dana pribadi untuk membantu tugas-tugas yang ada. “ Kami disini bekerja keras dan berusaha menutupi kekurangan yang ada untuk membantu pemerintah daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, puskesmas baru yang dikatakan saudara Asrul itu adalah Puskesmas Lisabata, itu tidak betul, yang betul itu adalah puskesmas Sapalewa Bagian Barat yang saat ini belum diresmikan. “ Meskipun belum diresmikan, namun sesuai perintah kepala dinas kesehatan, kami sudah bisa memfungsikannya. Kami masih menggunakan mobiler seadanya milik pustu. Biaya pemeliharaan, pembersihan baik bangunan lama maupun yang baru itu, juga kami masih menggunakan dana pribadi,” ujarnya.

“ Maaf pernyataan saya ini untuk klarifikasi saja atas pernyataan miring yang telah ditujukkan kepada kami disni,” ujar pimpinan Pustu Lisabat itu. (Mar)