MALUKUnews, Piru: Sekitar 90 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menjalani masa karantina selama 14 hari.

Mereka di karantina di rumah susun (rusun) berlantai dua, yang berada di pinggiran kota Piru, ibu kota SBB, Kamis (11/06).

Pemerintah SBB memberikan hukuman karantina kepada 90 orang ASN nya, karena dianggap membandel. Mereka tidak mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19, karena melakukan mudik saat lebaran lalu ke Ambon, Makassar dan Jakarta, yang nota bene adalah daerah zona merah Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan SBB, Anis Tapang, membernarkan, bahwa, puluhan ASN itu saat ini sedang menjalani karantina selama 14 hari. “ Mereka semua saat lebaran lalu mudik dan baru kembali. Mereka semua adalah pelaku perjalanan dari daerah zona merah, seperti di Ambon, Makassar dan Jakarta. Untuk itu mereka tiba di Piru harus dikarntina selama 14 dulu, guna mencegah Covid-19,” ujar Tapang.

Lanjut Tapang, puluhan PNS ini setelah masa karantina nanti, dan sebelum kembali ke rumah, mereka terlebih dulu akan menjalani rangkaian tes kesehatan. “ Mereka harus menjalani rapid test dan swab, jika sampai terbukti fositf corona, maka langsung diisolasi di RSUD Piru. Dan jika hasilnya nanti negatife, maka bisa lansgung pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemda SBB, Hendry Mandaku, mengatakan, puluhan ASN itu juga dikenakan sanksi karena tidak mematuhi aturan, dengan mudik saat lebaran lalu. “ Mereka mungkin diberi sanksi administrasi sesuai yang sifatnya ringan hingga berat sesuai PP 53 tahun 2000,” ujar Mandaku. (Tanda)