MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Negeri Waeputih, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah keluhkan pemadaman listrik yang dilakukan PLN Area Ranting Luhu di Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.

Ibu Tamy, Warga Waeputih kepada Malukunews.co, Senin (10/08), mengaku heran, karena sudah beberapa bulan listrik di kampungnya selalu padam. “ Pemadaman yang terus jadi ini membuat kami tidak nyaman pada malam hari,” ujar Ibu Tamy.

Selain Ibu Tamy, salah satu Tokoh Pemuda Waeputih, Yunus Umagaf, juga mengeluh hal yang sama. Menurutnya, sudah tujuh bulan ini, setiap malam pemadaman listrik terus terjadi. “ Ironisnya, lampu yang padam berbulan-bulan itu, namun warga tetap diminta membayar iuran listrik kepada petugas PLN yang ada di kampung Waeputih itu,” ujar Yunus.

Informasi yang diterima, iuran listrik yang sudah dibayar itu, petugas PLN tidak pernah menyetornya ke kantor PLN Ranting Luhu. “Ini khan bukan salah masyarakat lagi, itu salah PLN sendiri,” ujar Yunus.

Saat ini masyarakat dituntut harus membayar iuran listrik lagi selama tujuh bulan, dengan jumlah pembayaran bervariasi antara Rp. 700.000 sampai Rp. 800.000 lebih kepada petugas PLN. “ Peristiwa seperti ini bukan baru terjadi kali ini saja, tetapi sudah terjadi beberapa kali. “ Masyarakat kami sangat dirugikkan. Pihak PLN Cabang Ambon harus segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini,” tegas Yunus.

Masyarakat saat ini sudah susah akibat dampak dari Covid-19 ini, jadi pihak PLN jangan lagi bikin susah masyarakat “ Jika lampu menyala tiap malam boleh lah kami rela membayar iuran listrik itu, tapi ini lampu tidak pernah menyala tapi masyarkat tetap disuruh bayak iuaran listrik, aneh juga,” ujar Yunus sedikit bertanya. (Mar)