MALUKUnews, Ambon: Talud penahan ombak sepanjang 100 meter lebih yang berada di pantai Dusun Tihu (pulau Kelang), Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, ambruk dihantam ombak. Peristiwa ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Salah satu Tokoh Pemuda Dusun Tihu, Mohamad Aswin, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Senin (10/08), mengatakan, masyarakat Tihu kecewa, karena Talud penahan ombak ini rusak, namun tidak direspon para anggota dewan dari Dapil Huamual Belakang maupun Bapati SBB, Yasin Payapo. “ Kami kecewa karena janji para anggota dewan maupun bupati untuk membangun kembali Talud ini belum terealisasi juga,” ujar Aswan dalam rilisnya itu.

Untuk diketahui, Talud penahan ombak yang berada di Dusun Tihu ini dinilai cukup penting sebagai penahan ombak terurtama pada musin timur. “ Dusun Tihu ini berada di pesisir pantai dan posisinya berhadapan langsung dengan laut lepas. Ini menjadi ancaman kepada masyarakat jika musim timur tiba, karena pukulan ombak bisa sampai ke pemukiman warga,” ujarnya.

Aswin berharap, supaya ada perhatian dari para anggota dewan dan bupati SBB untuk segera membangun talud itu, sehingga masyarakat Tihu yang terutama tinggal di pesisir pantai itu bisa nyaman. “ Semoga ada suara kami ini bisa didengar bapak-bapak anggota dewan dan bupati SBB,” ujar Asein. (Qin)