MALUKUnews, Ambon: DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku menggelar Training Orentasi Partai Keadilan Sejahtera (TOPKS), Sabtu (21/12/).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan sebagai rekrutmen anggota partai tersebut, PKS mempertegas platform kebangsaannya di hadapan 300 peserta TOPKS.

"PKS meletakan visi bernegara, untuk didorong sesuai konsensus para founding father menjadi bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," tegas Saadiah Uluputty, Anggota DPR RI F-PKS Dapil Maluku.

Hadirnya PKS, kata Saadiah sebagai bagian dari instrumen perwujudan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

"Visi PKS menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," kata Saadiah yang juga Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Menurutnya, konsep kemerdekaan harus dimaknai secara lebih luas dan operasional. "Kita sudah merdeka dari penjajahan. Bagaimana Kemerdekaan ekonomi kita? Ketahanan energi kita, kebijakan kita jangan sampai masih ditekan oleh pihak lain," endusnya.

Saadiah juga menyampaikan nilai-nilai Islam yang universal sebagai bagian dari semangat membangun persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang ditawarkan PKS.

"Nilai-nilai Islam yang universal kita ambil semangatnya untuk memperkuat persatuan dan keadilan sosial," pungkasnya.

Selain Saadiah, tokoh PKS lainnya yang berbagi pengalaman dengan peserta TOPKS di antaranya Anggota DPRD Provinsi Maluku Rostina Hasyim, Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally dan Saidna Azhar Bin Tahir serta tokoh PKS lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPW PKS Maluku, Abdul Gani Lestaluhu, dalam penyampaiannya menyatakan, TOPKS sebagai sarana rekrutmen partai dan pengenalan nilai-nilai perjuangan PKS.

"Tujuan TOP ini digelar untuk mengetahui secara dalam dan jauh tentang PKS, TOP diharapkan menjadi sarana untuk basudara yang ingin bergabung dengan PKS," kata Lestaluhu.

Training yang dilaksanakan oleh PKS tersebut antusias diikuti masyarakat di kota Ambon dari berbagai lapisan, mulai dari kaum milenial, pengusaha, pekerja sosial maupun tokoh masyarakat. (Red)