MALUKUnews, Ambon: Ketua KPU Maluluku, Syamsul Rivan Kubangun, mempertanyakan penundaan atas pelantikan dua orang Caleg terpilih DPRD Provinsi, atas nama Wellem Kurnala dari PDIP Dapil VI (Maluku Tenggara, Tual dan Aru) dan Roby Gaspersz dari Partai GERINDRA, Dapil I (Kota Ambon).

Penegasan Kubangun ini sampaikan kepada Malukunews.co usai menghadiri acara pelantikan 43 anggota DPRD Provinsi Maluku, Senin (16/09).

"Katong harus tau alasan apa sampai Mendagri Tjahjo Kumolo tidak menyertakan dua nama Caleg terpilih itu dalam Surat Keputusan ( SK) pelantikan, Nomor: 161.81-4052, tahun 2019 tentang peresmian pengangkatan anggota DPRD Provinsi Maluku Masa Jabatan Tahun 2019-2024 itu,” tanya Kubangun.

Lanjut Kubangun, sesuai peraturan PKPU, bahwa alasan menunda pelantikan itu, apabila seseorang itu menjadi tersangka tindak pidana korupsi. Itu pun harus melalui kami dari KPU. Kami yang harus sampaikan, bahwa orang ini tersangka tindakan korupsi yang akan disampaikan kepada Mendagri melalui Gubernur Maluku. “ Mekanismenya seperti itu kalau ada Caleg terpilih yang ditunda pelantikannya,” ujarnya.

" Samapai sekarang ini kamit tidak tau salinan SK atas penundaan kedua Caleg terpilih itu. Apa konsoderannya yang berkaitan dengan alasan tidak melantik 2 orang itu,” cetus Ketua KPU kepada pers di Ambon. (Mg-03)