MALUKUnews, Jakarta: Fraksi PKS DPR RI mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai alternative pasokan listrik indonesia. Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Fraksi PKS DPR RI, yang dilaksanakan di Ruang Pleno FPKS, Gedung Nusantara 1, Selasa (10/12).

Saadiah Uluputty, Anggota Komisi VII FPKS yang menjadi salah satu narasumber, menekankan pentingnya pengembangan sumber listrik terbarukan.

“Kami mendorong pemerintah untuk menjadikan energi baru terbarukan (EBT) sebagai alternatif dalam penyediaan pasokan listrik nasional,” kata Saadiah.

Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan format energi alternatif karena ketersediaan energi fosil yang diprediksikan habis di tahun 2050.

“Sesuai hasil penelitian beberapa ahli, energi fosil diperkirakan akan habis tahun 2050. Itu berarti kita harus lebih waspada dan visioner dalam mengantisipasi stabilitas ketahanan energi nasional,” kata Saadiah saat dikonfirmasi media ini.

Sementara itu, Mulyanto, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI menegaskan platform PKS untuk bidang energi dan ketenagalistrikan yang difokuskan pada mendorong ketersediaan listrik.

“Paltform PKS ialah menjamin ketersediaan listrik melalui perbaikan sistem tarif, infrastruktur dan mendorong usaha pengembangan sumber listrin yang murah, terbarukan dan ramah lingkungan,” kata Mulyanto dalam kesempatan sebagai pembicara kunci.

Selain itu, anggota komisi VII DPR RI itu juga menjelaskan pola untuk mendorong ketahan energi nasional. “Kami juga mendorong ketahanan energi nasional melalui penghematan, intensifikasi, diversifikasi dan pengembangan sumber daya energi baru dan terbarukan,” lanjut Mulyanto.

Untuk diketahui, sejumlah pejabat menjadi narasumber dalam FGD tersebut yakni Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna, Saadiah Uluputty, Anggota Komisi VII DPR RI FPKS, Tohari Hadiat, Executive Vice President Tarif dan Pelayanan Publik PT. PLN (Persero) dan Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. (Red)