MALUKUnews, Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani, yang juga adalah kader PDI Perjuangan, mengajak dunia untuk sama-sama bergotong royong hadapi pandemi covid-19. Hal itu disampaikan Puan saat menyampaikan sambutan dalam acara Trilogue Tsinghua Southeast Asia Center Cloud Forum Perayaan 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan China, Rabu (23/9).

"Saya percaya, semangat gotong royong perlu diterapkan secara global untuk mencapai tujuan bersama kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan pembangunan berkelanjutan yang lebih baik," ujar Puan dalam keterangan tertulisnya seperti diberitakan Republika, Rabu (23/9).

Puan mengungkapkan, bukan kali ini saja dirinya mengajak dunia untuk bersatu hadapi Covid-19. Di beberapa forum-forum internasional seperti dalam acara IPU Women Speakers Summit, Speakers Fifth World Conference, ASEAN Leaders Interface With AIPA Leaders, ASEAN Inter-Parliamentary Assembly Puan mengaku selalu menyuarakan persatuan dan mengajak gotong royong skala global.

"Kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa," kata Puan mengutip pernyataan Presiden pertama Indonesia, Sukarno.

"Semangat kekeluargaan bangsa-bangsa itulah yang menggerakkan Indonesia untuk semakin aktif dalam diplomasi menjalin persahabatan dengan banyak Negara," imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya mengingatkan bahwa tidak ada negara yang bisa mencapai keberlanjutannya sendiri dan tidak ada yang dapat berjalan sendiri. "Tidak ada orang yang dapat melakukannya sendiri," tuturnya.

Sebelumnya seruan serupa juga disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum Ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara Virtual pada hari Rabu (23/09), dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta. Jokowi mengajak seluruh negara bersatu padu dan selalu menggunakan pendekatan win-win pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan terutama saat menghadapi Pandemi Covid-19.

"Kita tahu dampak pandemi ini sangat luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi. Kita juga paham, virus ini tidak mengenal batas negara, no one is safe until everyone is," kata Presiden. (republika.co.id)