MALUKUnews, Ambon: Lebih dari lima puluh orang penumpang asal Maluku Barat Daya (MBD) sejak tiga bulan terlantar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puluhan penumpang ini tidak diijinkan Bupati Benyamin Thomas Noach pulang ke MBD, dengan alasan mencegah dan mengantisipasi virus corona atau Covid-19 masuk ke wilayah itu.

Untuk diketahui, puluhan penumpang ini datang ke Kota Kupang untuk belanja kebutuhan pokok, namun tidak bisa kembali karena kapal dilarang mengangkut penumpang. Kapal perintis Berkat Taloda jurusan Kupang-MBD itu tidak bisa mengangkut penumpang karena dilarang Pemda MBD.

“ Kami sudah berada di Kota Kupang ini sejak dari tanggal 6 Maret 2020 lalu. Kami disini terlantar, tidak bisa pulang ke MBD karena dilarang pemrintah disana. Masa pak bupati MBD tidak bisa memikirkan nasib kami disini. Kami tidak sanggup lagi tinggal lama-lama di Kupang karena perbekalan kami sudah habis,” ujar Lona Belseran, salah satu penumpang saat menghubungi Malukunews.co via ponsel, Minggu (05/07), malam.

Lona pung mengatakan, Bupati MBD tidak adil, karena telah mengijinkan orang lain masuk-keluar MBD secara bebas, namun kami warga MBD yang ada di Kota Kupang ini dibiarkan terlantar dan tidak diijinkan pulang. “ Hari Selasa, dua hari mendatang, kapal perintis Berkat Taloda bertolak dari Kota Kupang ek MBD, namun kami tetap tidak diijinkan untuk naik kapal. Tolong pak Bupati pikirkan nasib kami, yang juga rakyatnya sendiri. Kami mau pulang untuk berkumpil dengan keluarga kami di MBD,” demikian keluhan Lona.

Sementara itu, Malukunews.co berusaha mengontak Bupati MBD Bupati Benyamin Thomas Noach terkait keluhan warganya di Kupang itu, namun belum berhasil terhubung. (Qin)