MALUKUnews, Ambon: Kakek 65 bernama Semi atau berinisial S.H, ini harus berurusan dengan kepolisian. Ia terjerat kasus pemerkosaan anak berumur 12 tahun berinisial R.M.

Semi alias S.H ini adalah warga Desa Nalahia, Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah diperiksa dan telah ditetapkan sebagai tersangka di Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease.

Pemerkosaan anak dibawah umur itu dilakukan sebanyak satu kali. Kemudian perbuatannya juga kembali terjadi di tempat yang sama, lalu pada Senin (16/3) namun keburu terbongkar terbongkar.

Setelah orang tua korban mengetahui perbuatan pelaku, orang tua korban tidak terima dan pergi ke kantor polisi melaporkan kejadian persetubuhan tersebut.

"Pelaku mengaku melancarkan aksinya dengan cara menipu korban sebelumnya. Dia menyetubuhi korban karena tak mampu menahan nafsunya,"Jelas Kapolresta Pulau Ambon dan P.P Lease,Kombes Pol Leo. S. N. Simatupang, S.Ik kepada awak media di Mako Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease, Jumat (20/3/2020).

Simatupang mengatakan, pelaku Semi ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP/293/III/2020/Maluku/Res Kota Ambon, tanggal 19 Maret 2020.

"Dilaporkan kemarin sekitar pukul 21.00 WIT. Kejadiannya pada hari Senin, 16 Maret 2020 sekitar pukul 15.00 WIT," kata Simatupang.

Pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar 5 milyar rupiah.

"Modusnya pelaku ingin melampiaskan nafsu seksnya kepada korban," tambah Simatupang. (Nona)