MALUKUnews, Ambon: Sebanyak 700 KK masih menempati lokasi pengungsian di Kompleks Tareng Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabpaten Maluku Tengah, sejak gempa yang melanda wilayah itu 26 September 2019 lalu.

Para mengungsi menempati lokasi tersebut karena dinilai strategus berada di perbukitan.

BPBD Kabupaten Maluku Tengah dan rombongan BNPB pun mengunjungi lokasi pengungsian itu guna memberikan dukungan psikososial, Sabtu (07/12).

Direktur Penanganan Pengungsi Johny Sumbung membuka acara dan berpesan agar kegiatan yang dilakukan dapat bermanfaat kepada warga di tempat pengungsian sebagai bentuk tetap adanya perhatian. “ Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian dan kami tidak melupakan ibu-bpak disini” pungkas Johny.

Kegiatan hiburan untuk anak seperti permainan sulap dan bernyanyi bersama dijalankan oleh komunitas artis NKRI dan Relawan lokal yang tergabung dalam rombongan BNPB. Mereka sendiri datang langsung dari Jakarta yaitu Pakdhe Prapto ‘Pempek’, Agus “Jin dan Jun” dan Wina Marreno.

Selain itu pemutaran video edukasi bencana gempa. juga dilakukan untuk mensosialisasikan penyelamatan diri bagi anak.
Para ibu di lokasi pengungsian mendapat terapi mengurangi stress dengan berlatih bersama praktisi hipnoterapis yang juga dari rombongan BNPB yaitu Beny Mezarly.

“ Acara kita lancar, ibu-ibu lebih tenang dan kekhawatirannya menurun dengan gambaran sikap menerima musibah yang dialami mereka” ujar Beny.

Diakhir acara pemberian bingkisan diserahkan kepada puluhan anak-anak berupa paket makanan ringan dan susu kotak yang telah disiapkan oeleh panitia. (Jodi)