MALUKUnews: Kaki adalah tumpuan bagi tubuh. Kaki harus kuat, agar bisa mampu menahan tubuh untuk berdiri. Terutama, telapak kaki, dipastikan harus sehat pula.

Telapak kaki sering sakit dan sangat menyiksa ketika dipakai untuk berdiri atau melangkah? Ya, keluhan tersebut bisa sangat mengganggu bagi siapa saja yang mengalaminya. Cara mengatasi telapak kaki yang sakit bisa berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Berikut ini adalah empat kemungkinan penyebab keluhan telapak kaki sering sakit.

1. Sprain otot

Spain otot, atau secara awam dikenal dengan istilah keseleo, merupakan kondisi peregangan yang berlebihan pada ligamen. Ligamen merupakan jaringan yang menghubungkan antara dua tulang.

Biasanya, seseorang bisa mengalami sprain otot setelah melakukan aktivitas fisik tertentu. Selain berdampak pada telapak kaki, sprain di daerah kaki juga bisa menyebabkan kaki bengkak dan kemerahan, serta gangguan dalam berjalan.

2. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis adalah kondisi peradangan di jaringan yang ada di telapak kaki, khususnya yang melindungi daerah tumit. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh orang-orang yang berlari atau berjalan terlalu banyak, atau oleh mereka yang sering menggunakan sepatu hak tinggi.

Ada beberapa ciri khas kondisi plantar fasciitis, yaitu nyeri di telapak kakinya akan makin berat saat mulai berjalan. Selain itu, umumnya penderitanya akan kesulitan menggerakkan jari-jari kaki ke arah atas.

3. Neuroma Morton

Kondisi ini ditandai dengan adanya tumor jinak pada saraf di daerah kaki. Penyakit ini tidak membahayakan, tetapi bisa sangat mengganggu. Rasa sakit di telapak kaki umumnya terasa seperti nyeri ditusuk pisau atau dibakar api. Sebagian penderita juga mengeluhkan rasa nyerinya seperti ada kelereng di telapak kaki.

4. Flat feet

Flat foot, disebut juga pes planus atau kaki datar, adalah kelainan anatomi pada kaki. Dalam keadaan normal, akan ada celah di telapak kaki karena lengkungan yang normal saat berdiri. Namun pada kondisi kaki datar, lengkungan tersebut berkurang atau tidak ada. Ini mengakibatkan distribusi berat badan di telapak kaki tidak normal, sehingga bagian telapak kaki yang menerima terlalu banyak tekanan jadi nyeri.

Cara mengatasi telapak kaki yang sakit

Meskipun menimbulkan nyeri di telapak kaki yang dapat mengganggu aktivitas harian, umumnya keempat penyakit tersebut dapat diatasi dengan pengobatan sendiri di rumah.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri antara lain:

  • Istirahatkan kaki yang sakit sebisa mungkin.
  • Saat beristirahat, angkat kaki 30-45 derajat dengan cara mengganjal bagian bawah kaki dengan dua bantal.
  • Kompres bagian kaki yang nyeri menggunakan es yang dibungkus handuk atau dengan ice gel atau ice pack selama 15-20 menit. Lakukan hal ini setiap 3-4 jam sekali.
  • Jika harus berdiri dan berjalan, gunakan sepatu dengan alas yang lembut.
  • Jika nyeri sangat mengganggu, obat pereda nyeri seperti parasetamol bisa dikonsumsi.
  • Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, lakukan usaha untuk menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga teratur.
  • Hindari berdiri terlalu lama.
  • Jangan menggunakan sepatu hak tinggi untuk sementara waktu.

Kapan perlu ke dokter ?

Umumnya, rasa sakit di telapak kaki akan berangsur membaik dalam satu minggu dengan perawatan yang baik di rumah. Namun demikian, pemeriksaan dokter dibutuhkan jika ada salah satu dari kondisi di bawah:

  • Nyeri sama tak kunjung membaik setelah mengistirahatkan kaki selama seminggu.
  • Sakit di telapak kaki sering kambuh.
  • Terdapat rasa baal atau mati rasa di telapak kaki.
  • Rasa sakit di telapak kaki pada penderita diabetes.

Itulah beberapa penyebab tersering telapak kaki sering sakit begitu juga cara untuk mengatasinya.

Agar terhindar dari keluhan tersebut, sebaiknya biasakan menggunakan sepatu yang nyaman dengan alas yang empuk saat beraktivitas, lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga, dan hindari penggunaan sepatu hak tinggi terlalu berlebihan. (RN)

Sumber: klikdokter.com