MALUKUnews: Sejak kemunculannya, banyak negara berlomba untuk membuat obat virus corona. Meski begitu, sampai saat ini belum ada obat pasti yang dikatakan efektif sembuhkan virus corona.

Nah, baru-baru ini Rusia mengklaim, negaranya telah berhasil menemukan obat virus corona. Simak infonya di sini.

Pemerintah Rusia Klaim Keberhasilan Pemakaian Obat COVID-19 Lokal

Sebelumnya, para peneliti di Oxford University yang berhasil menemukan obat untuk mengurangi gejala berat virus corona. Bahkan, obat itu berhasil selamatkan nyawa pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator. Kini, gantian pemerintah Rusia yang klaim telah berhasil menekan angka kematian di negara tersebut dengan obatnya sendiri.

Merangkum berbagai sumber, Duta Besar Rusia di Indonesia, Lyudimila Vorobieva mengatakan negaranya memiliki obat-obatan sendiri yang berhasil menekan angka kematian di Rusia.

Bahkan, dari kabar terbaru, Rusia sedang mempersiapkan vaksin untuk mencegah virus corona. Vorobieva mengatakan vaksin yang dikembangkan Rusia sedang dalam tahap uji coba pada manusia. Sejauh ini, hasilnya pun sangat positif.

Ia berharap obat ini akan selesai pada September dan uji terakhir vaksin bisa selesai pada akhir tahun.

Ilmuwan Rusia Temukan Obat Virus Corona yang Efektif

Kepala laboratorium, Ph.D., Vladimir Potemkin, di South Ural State University mengatakan para peneliti di Rusia ini akan lebih fokus pada obat-obatan yang terdaftar dalam basis data DrugBank.

Dengan daftar obat-obatan ini, peneliti telah membuat daftar senyawa yang paling menjanjikan untuk memengaruhi efektivitas dari COVID-19.

"Kami memiliki zat terisolasi yang bekerja pada efektivitas COVID-19. Kemudian, menggunakan docking molekuler, zat-zat yang paling menjanjikan ditentukan dengan memodelkan interaksi kompleks obat dengan aktivitasnya,” kata Potemkin.

Obat Bernama Avifavir Siap Diproduksi Rusia

Obat yang telah diteliti ini dinamakan Avifavir. Rusia mengklaim, Avifavir bisa sembuhkan pasien virus corona. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, obat ini sudah disetujui untuk digunakan pada akhir bulan lalu, meskipun uji klinis masih dalam proses.

Dalam sebuah studi, pasien COVID-19 yang menggunakan obat Avifavir memang mengalami 55 persen peningkatan kesehatan, setelah tujuh hari penggunaan.

Bahkan, setelah empat belas hari penggunaan, pasien sudah bisa dikatakan hampir sepenuhnya pulih.

Direktur Medis R-Pharm mengatakan, praktik klinis global dan studi klinis yang telah dilakukan menunjukkan, obat Avifavir mampu menghentikan infeksi virus corona lebih cepat dari biasanya.

Selain itu, kepala uji klinis di Institut Penelitian Epidemiologi Pusat Rusia, Tatyana Ryzhentsova juga mengatakan pengujian ini sudah dimulai sejak akhir Mei dan sudah lebih dari seratus sepuluh pasien yang menerimanya.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan, sampai saat ini memang belum ada obat pasti yang bisa sembuhkan pasien COVID-19.

Jika memang efektif “menyembuhkan” pasien, maka biasanya obat itu bekerja hanya dengan meringankan gejala sang penderita. “Avifavir ini bukan obat untuk corona. Obat ini masih masuk dalam golongan antivirus. Avifavir sebenarnya nama merek obat yang memiliki kandungan favipiravir. Kandungan obat ini memang sudah lama digunakan untuk mengatasi influenza di Jepang,” ujar dr. Devia.

Cara Kerja Avifavir Melawan Gejala Virus Corona

Meski tidak bisa dikatakan sebagai obat virus corona, tapi Avifavir memang bisa jadi antivirus yang meringankan gejala virus corona.

“Cara kerja obat ini adalah menghambat replikasi virus dengan memblok rantai RNA-nya. Jadi, kalau rantainya terblokir atau dirusak oleh antivirus, ini tentu akan membuat si virus tidak bisa tumbuh,” jelas dr. Devia.

Jadi, bukan sebagai obat, tapi sebagai antivirus yang bekerja agar virus corona tidak berkembang di dalam tubuh, sehingga gejala berat pun mungkin tidak akan dirasakan penderita.

Hingga saat ini, belum ada obat pasti yang disebut bisa menyembuhkan virus corona. Untuk itu, penderita biasanya akan diberi obat yang sesuai dengan gejala yang dialami.

Selain itu, penderita juga akan diberikan vitamin untuk meningkatkan sistem imunitas dalam tubuhnya. (FR/AYU)

Sumber: klikdokter.com