MALUKUnews: Saat hidung mulai keluar ingus alias pilek, Anda tentu tak bisa jauh-jauh dari tisu. Namun, saat dikeluarkan, warna ingus ternyata tidak bening. Pantas saja tubuh rasanya lebih tidak nyaman. Tahukah Anda mengapa demikian? Ternyata, beda warna ingus, beda pula artinya bagi kesehatan tubuh Anda.

Dikatakan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, warna ingus dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui diagnosis suatu penyakit. Bahkan, warna ingus juga bisa membantu menentukan jenis terapi yang untuk mengatasi penyakit yang mendasari.

Berikut adalah tiap warna ingus beserta artinya bagi kesehatan tubuh Anda:

Bening

Memiliki warna ingus bening berarti Anda tidak mengalami infeksi virus maupun bakteri. Ingus jenis ini terdiri atas air, protein, antibodi dan garam. Begitu mencapai perut, ingus akan larut. Tubuh akan terus memproduksi ingus bening ini untuk membantu melapisi serta melindungi hidung serta sinus Anda.

Kendati begitu, keluarnya ingus bening dari hidung juga bisa menandakan bahwa Anda sedang alergi. Biasanya, ingus bening yang merupakan tanda alergi disertai dengan gejala lain seperti mata berair, bersin, dan gatal.

Tidak hanya itu, ibu hamil yang mendadak pilek akibat perubahan hormon juga bisa mengeluarkan ingus bening. Kondisi ini dinamakan dengan rinitis non alergi, dan sering muncul di pada kehamilan minggu 13 dan 21.

Putih

Warna ingus putih berarti bahwa Anda sedang terkena common cold. Pada kasus ini, Anda biasanya juga akan mengalami peradangan dan hidung tersumbat. Gejala ini umumnya muncul di hari pertama atau keempat setelah terkena infeksi virus.

Kuning

Ingus berwarna kuning menandakan bahwa masih terdapat virus atau infeksi di dalam tubuh Anda. Kabar baiknya, warna ingus ini juga menandakan bahwa tubuh Anda sedang melawan virus atau infeksi tersebut.

Warna kuning berasal dari sel-sel darah putih yang telah berhasil membunuh kuman. Setelah melakukan tugasnya dan ‘mati’, sel-sel tersebut akan dibuang melalui lendir dan berwarna cokelat kekuningan.

Hijau

Warna ingus hijau juga merupakan bentuk perlawanan sel darah putih terhadap virus atau bakteri. Hanya saja, sel darah putih yang berubah menjadi hijau menandakan bahwa infeksi semakin parah dan sel darah putih sedang berusaha melawannya.

“Salah satu bagian dari sel darah putih mengandung enzim berwarna kehijauan yang bernama neutrophil. Jika neutrophil ada dalam jumlah banyak, hal itu dapat menyebabkan lendir menjadi kehijauan,” jelas dr. Astrid.

Merah muda atau merah

Sederhananya, hal ini menandakan ada darah pada ingus Anda. Wanita yang sedang hamil berisiko tinggi mengalami kondisi ini karena ada peningkatan volume darah, hormon, atau pembengkakan pada hidung.

Jangan tunda untuk berobat ke dokter jika keluar ingus kemerahan yang disertai dengan gejala sulit bernapas dan perdarahan selama lebih dari 30 menit.

Cokelat atau oranye

Warna ingus yang cokelat berarti ada ‘darah lama’ yang ikut keluar. Tapi, apabila Anda habis menghirup sesuatu yang berwarna merah atau cokelat, misalnya kotoran, tembakau atau bubuk paprika, maka ingus juga bisa berwarna serupa.

Warna ingus hitam

Ingus yang berwarna hitam merupakan tanda adanya infeksi jamur yang serius di bagian sinus. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Ada empat jenis infeksi jamur pada sinus, yaitu:

  1. Sinusitis jamur mycetoma. Jenis ini dihasilkan dari gumpalan spora yang menyerang rongga sinus. Perawatan melibatkan pengikisan sinus yang terinfeksi.

  2. Sinusitis jamur alergi. Tipe ini lebih sering terjadi pada orang dengan riwayat rinitis alergi. Infeksi harus diangkat melalui pembedahan.

  3. Sinusitis indolen kronis. Jenis ini banyak ditemukan di Sudan dan India. Gejala lain yang menyertai, misalnya sakit kepala, pembengkakan wajah dan gangguan penglihatan.

  4. Sinusitis fulminan, jenis ini dapat menyebabkan kerusakan pada sinus dan area tulang yang berisi bola mata maupun otak.

Mana yang sekiranya menjadi warna ingus Anda beberapa waktu belakangan? Ingat, warna ingus hanya gambaran umum dari kondisi kesehatan yang Anda alami. Dengan kata lain, Anda tetap perlu memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter untuk mengetahui diagnosis pasti terhadap kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (NB/ RH)

Sumber: klikdokter.com