MALUKUnews, Ambon: Surat edaran Walikota Ambon, Richard Lohenapessy, terkait pembatasan waktu operasional untuk tempat-tempat pembelajaan umum, seperti superti supermarket, indomaret dan sejenisnya, guna mencegah Covid-19 di Kota Ambon, tampak tidak dipatuhi.

Pantauan Malukunews.co, Minggu (05/04), malam pada sejummlah wilayah di Kota Ambon, seperti, di sepanjang jalan kawasan kebun cengkeh, air kuning hingga ke Stain. Tampak swalayan seperti Alfamidi, Indomaret maupun toko-toko moderen lainnya, hingga pukul 21.00 WIT masih tetap buka dan penuh pengunjung. Padahal dalam surat edaran walikota tersebut, pembatasan waktu operasional swalayan maupun sejenisnya hingga pukul 20.00 WIT saja. Surat edaran walikota itu terhitung berlaku mulai hari ini, Minggu (05/04).

Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah wilayah seperti di galunggung hingga di Kawsan Aster. Pantauan Malukunews.co di sejumlah lokasi ini terlihat swalayan maupun tempat pembelajaan umum sejenisnya juga masih beroperasi dan tidak sedikit pangunjung. Padahal waktu pembatasan oprasional seperti tertuang dalam surat edaran itu sudah berakhir.

Seperti dibeterikan media ini sebelumnya, bahwa mulai hari ini, Minggu (05/04), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membatasi waktu operasional bagi supermarket, swalayan, toko modern maupun warung kopi (warkop). Hal ini seperti tertuang dalam surat edaran Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, bernomor: 443/11/SE/2020, tertanggal 4 April 2020.

Pembatasan waktu operasional tempat-tempat keramaian ini, guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Ambon.

Surat edaran yang salinannya juga diperoleh Malukunews.co ini, menjelaskan bahwa, seluruh toko modern, swalayan, supermarket, Indomaret, Alfamidi serta Indogrosir, termasuk juga cafe dan rumah kopi waktu operasional dimulai jam 09.00-20.00 WIT.

Sedangkan khusus terhadap karaoke dan bioskop, untuk sementara ditutup sampai ada pemberitahuan untuk operasional.

Untuk Indomaret, Indogrosir dan Alfamidi yang operasional 24 jam, dimintakan hanya mengaktifkan 2 gerai per kecamatan setelah jam 20.00 WIT dan diatur oleh manajemen perusahaan.

Dalam surat edaran itu, juga menrincikan, bahwa antrian lokasi belanja dibuat jarak 1,5 meter antar pembeli. Masyarakat juga wajib mempergunakan wastafel didepan pintu masuk lokasi usaha. (Qin)